EKONOMI

1.Tenaga Kerja

penduduk usia kerja dikategorikan menjadi angkatan kerja dan bukan
angkatan kerja (lebih 10 tahun).
Angkatan kerja adalah penduduk berumur lima belas tahun ke atas yang
selama seminggu sebelum pencacahan bekerja atau mempunyai pekerjaan,
sementara tidak bekerja, dan mereka tidak bekerja tetapi mencari pekerjaan.
Dari keseluruhan angkatan kerja dalam suatu negara tidak semua
mendapat kesempatan untuk bekerja sehingga angkatan kerja dikelompokkan
menjadi angkatan kerja yang bekerja dan angkatan kerja yang
menganggur (penganggur terbuka). Bekerja adalah kegiatan melakukan
suatu pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh
penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit satu jam dalam seminggu
secara berturut-turut dan tidak terputus. Angkatan kerja yang bekerja
dikategorikan bekerja penuh apabila dalam seminggu memiliki jam kerja
selama 35 jam atau lebih.
Pekerja bukan angkatan kerja adalah mereka yang masih sekolah,
mengurus rumah tangga, dan yang lainnya, seperti penyandang cacat
mental ataupun lainnya yang membuat seseorang tidak produktif.
2. Kesempatan Kerja
Keadaan kesempatan kerja pada suatu negara merupakan salah satu
faktor yang terkait dengan masalah pengangguran. Kesempatan kerja
merupakan peluang bagi penduduk untuk melaksanakan fungsinya sebagai
sumber ekonomi dalam proses produksi untuk mencapai kesejahteraan.

Kesempatan kerja meliputi kesempatan untuk bekerja, kesempatan
untuk bekerja sesuai dengan pendidikan dan keterampilan, dan kesempatan
untuk mengembangkan diri. Semakin banyak orang yang bekerja berarti
semakin luas kesempatan kerja. Kesempatan kerja dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu
1. kesempatan kerja permanen, artinya kesempatan kerja yang
memungkinkan orang bekerja secara terus-menerus sampai mereka
pensiun atau tidak mampu lagi untuk bekerja;
2. kesempatan kerja temporer, artinya kesempatan kerja yang hanya
memungkinkan orang bekerja dalam waktu relatif singkat, kemudian
menganggur untuk menunggu kesempatan kerja baru.
Dalam neraca ketenagakerjaan biasanya dilihat antara jumlah
angkatan kerja dan jumlah kesempatan kerja yang tersedia. Jika
angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja, terjadi
pengangguran.

3. Pengangguran
Sejak lama pemerintah kita dihadapkan pada permasalahan yang sangat
serius dalam bidang ketenagakerjaan, yaitu masalah pengangguran. Bahkan,
di kawasan Asia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah
penganggur yang sangat besar. Apakah di lingkungan sekitar tempat
tinggalmu saat ini ada yang menganggur? Untuk dapat menjawabnya maka
terlebih dahulu kamu harus mengetahui pengertian dari penganggur itu
sendiri.
Pengangguran ada dua macam, yaitu pengangguran terbuka dan
pengganguran terselubung. Apakah yang membedakan keduanya?
Penganggur terbuka (open unemployment) meliputi seluruh angkatan
kerja yang mencari pekerjaan, baik yang mencari pekerjaan pertama kali
maupun yang pernah bekerja sebelumnya.

4. Jenis Pengangguran
Pengangguran yang ada di suatu negara dapat dikelompokkan menurut
faktor penyebab terjadinya, yaitu
a. pengangguran voluntair, yaitu pengangguran yang terjadi secara
sukarela karena mencari pekerjaan dengan pendapatan yang lebih baik;
b. pengangguran teknologi, yaitu pengangguran yang diakibatkan oleh
semakin meningkatnya penggunaan alat-alat mesin, komputerisasi,
bahkan robot dalam proses produksi, yang merupakan produk
teknologi, hal ini mengakibatkan penggunaan tenaga kerja menjadi
berkurang;
Contoh
Pabrik tekstil dahulu menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang
dioperasikan dengan manusia, dengan semakin canggihnya berbagai mesin
produksi, sekarang pabrik tekstil banyak yang menggunakan mesin
printing.
c. pengangguran deflatoir, yaitu pengangguran yang terjadi karena
menurunnya kegiatan perekonomian suatu negara sehingga
permintaan masyarakat ikut menurun, hal ini mengakibatkan
perusahaan mengurangi kapasitas produksinya, atau bahkan
menghentikan produksinya, akibatnya terjadi pengurangan pekerja;
d. pengangguran struktural, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh
adanya perubahan pada struktur ekonomi dari suatu negara.

6. Penyebab Pengangguran
Penyebab terjadinya pengangguran di suatu negara, di antaranya adalah
sebagai berikut.
1. Tekanan demografis dengan jumlah dan komposisi angkatan kerja
yang besar.
2. Pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kecil daripada pertumbuhan
angkatan kerja.
3. Jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari
kerja.
4. Kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
5. Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan, antara
lain perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya
akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan
yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor-impor,
dan sebagainya.
6. Kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
7. Berbagai regulasi dan perilaku birokrasi yang kurang kondusif bagi
pengembangan usaha.
8. Masih sulitnya arus masuk modal asing.
9. Iklim investasi yang belum kondusif.
10. Tekanan kenaikan upah di tengah dunia usaha yang masih lesu.
11. Kemiskinan.
12. Ketimpangan pendapatan.
13. Urbanisasi.
14. Stabilitas politik yang tidak stabil.
15. Perilaku proteksionis sejumlah negara maju dalam menerima ekspor
dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
16. Keberadaan pasar global.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s